Riset Grup Agribisnis UNS Ajak Petani Karanganyar Optimalkan Budidaya Cabai dengan PGPR

KARANGANYARRiset Grup Inovasi Agribisnis dari Program D-3 Agribisnis, Sekolah Vokasi (SV) UNS menggelar program pengabdian masyarakat untuk membantu petani cabai di Desa Sedayu, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. Program ini berfokus pada “Optimalisasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai Pengendali Hayati untuk Mengatasi Virus Gemini pada Budidaya Cabai secara Berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari hibah Riset Grup Dana Non-APBN UNS tahun 2025 dan berkolaborasi dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Mulyo. Acara yang berlangsung pada 5-6 Juli 2025 ini melibatkan petani dari lima kelompok tani di bawah naungan Gapoktan tersebut, serta dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sedayu, Bapak Sumarso. Ketua tim pengabdian, Cahyaningtyas Putri Suhita, S.P., M.Sc., menjelaskan bahwa cabai adalah komoditas strategis dengan nilai ekonomi dan gizi tinggi. Namun, produktivitasnya sering terganggu oleh serangan hama dan penyakit, terutama virus Gemini, yang bisa menyebabkan kerugian panen hingga 100%. “Peningkatan produksi harus dilakukan melalui teknik budidaya yang efektif dan efisien. Kami hadir untuk mensosialisasikan budidaya yang tepat dan pengendalian virus Gemini menggunakan PGPR,” ujar Cahyaningtyas. Pada hari pertama, tim yang terdiri dari para dosen ahli memberikan sosialisasi tentang standar operasional prosedur budidaya cabai. Materi yang disampaikan oleh Anditya Gilang Rizky, S.P., M.P., mencakup pemilihan varietas unggul, pengolahan tanah, dan teknik penanaman. Fokus utama kegiatan ini adalah peran PGPR, bakteri baik yang mampu menstimulasi pertumbuhan akar dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit. Selain sosialisasi, tim juga akan memberikan pelatihan pembuatan PGPR dan membuat Demonstrasi Plot (Demplot) pembibitan cabai untuk menunjukkan efektivitasnya secara langsung. Kepala Desa Sedayu, Sumarso, menyampaikan apresiasinya dan berterima kasih kepada UNS yang telah memilih desa mereka sebagai lokasi pengabdian. Diharapkan, ilmu dan teknologi yang dibagikan dapat membantu petani meningkatkan hasil panen dan pendapatan, serta menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik di wilayah tersebut.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait