Kolaborasi Strategis Implementasi Smart Farming: D3 Agribisnis UNS dan BULOG Hadirkan Kumbung Jamur Berbasis IoT dan Pemanfaatan Limbah Sekam bagi Petani Sragen

Sragen, 28 Desember 2025 – Program Studi D3 Agribisnis Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam hilirisasi teknologi pertanian 4.0. Melalui kolaborasi bersama Perum BULOG dalam program BULOG Industry Ecosociosystem, D3 Agribisnis sukses menerapkan sistem Smart Farming terintegrasi di Desa Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Minggu (28/12/2025).

Dalam kegiatan ini, tim dosen dan mahasiswa D3 Agribisnis mengambil peran sentral sebagai inisiator teknologi dan pendamping teknis bagi masyarakat. Fokus utama program adalah modernisasi budidaya jamur tiram untuk memulihkan ekonomi “Kelompok Tani Jamur Tiram Makmur Mondokan” pasca-pandemi.

Salah satu terobosan utama yang dihadirkan oleh D3 Agribisnis adalah pembangunan Kumbung (Rumah Jamur) berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi ini dirancang untuk menjawab kendala budidaya konvensional yang sangat bergantung pada cuaca. Melalui sistem IoT yang dikembangkan tim D3 Agribisnis, petani kini dapat memantau dan mengontrol suhu serta kelembapan kumbung secara otomatis dan real-time, memastikan kondisi mikroklimat yang ideal bagi pertumbuhan jamur yang maksimal.

Selain digitalisasi kumbung, intervensi teknologi juga dilakukan pada lini produksi media tanam. Tim D3 Agribisnis memperkenalkan alat Steamer Baglog modern untuk proses sterilisasi media tanam yang lebih efisien dan higienis. Penggunaan steamer ini dipadukan dengan inovasi pemanfaatan limbah (waste management).

Limbah sekam padi yang melimpah dari operasional Sentra Penggilingan Padi (SPP) BULOG Sragen diolah menjadi bahan baku utama baglog (media tanam jamur). Sinergi ini menciptakan siklus produksi yang efisien: limbah industri diserap menjadi input produktif, diolah dengan teknologi steamer, dan dibudidayakan dalam ekosistem smart farming IoT.

Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto, yang hadir meresmikan program ini, mengapresiasi penerapan teknologi tepat guna yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar aset BULOG. Dukungan serupa disampaikan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, yang berharap model pertanian modern berbasis teknologi ini dapat direplikasi di wilayah lain di Sragen.

Sementara itu, Dekan Sekolah Vokasi UNS, Prof. Herman Saputro, menegaskan bahwa keterlibatan aktif prodi D3 Agribisnis mulai dari perancangan IoT, pembuatan baglog, hingga pendampingan merupakan bukti nyata kontribusi pendidikan vokasi dalam menyelesaikan masalah riil di masyarakat.

Selain aspek teknologi pertanian, kegiatan ini juga mencakup bantuan sosial berupa pembangunan sarana air bersih bagi warga Desa Jekani, khususnya di Kebayanan Garut, guna mendukung kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

D3AgribisnisUNS #SekolahVokasiUNS #PemberdayaanMasyarakat #Agribisnis #ZeroWaste #BULOG #Sragen

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru